Minggu, 04 November 2012

Profil Remaja Islam Masjid Akbar (RISMA AKBAR) Galogandang


Remaja Masjid selalu diilustrasikan dengan gambaran anak-anak yang hanya berkegiatan di seputar Masjid dan cenderung muncul hanya pada saat kegiatan hari besar Islam atau rapat, setelah itu Remaja Masjid pun kembali tenggelam saat acara itu selesai. Gambaran itu terjadi secara umum di Indonesia, demikian juga di Sumatera Barat. Satu persatu Remaja Masjid di setiap daerah mulai tiarap, namun hal berbeda terjadi dengan Remaja Islam Masjid Akbar (RISMA AKBAR) Galogandang  yang masih bertahan dan terus berkembang dari tahun-ketahun.
RISMA Akbar adalah organisasi kepemudaan yang berada dibawah naungan Masjid Akbar, dimana anggotanya terdiri dari remaja putra dan putri di Jorong Galogandang, Nagari III Koto, Kecamatan Rambatan, Kabupaten Tanah Datar. RISMA Akbar bangkit kembali dari kematiannya pada tanggal 5 Maret 2005 dengan kembali mengibarkan Panji-panji Islam yang telah lama terkulai. RISMA Akbar yang bertahun-tahun telah vakum kembali dibangkitkan oleh Lisa Novrianti, Welni Fatma dan Irwansyah, sebagai generasi awal pada jilid II ini (generasi sebelumnya disebut Jilid I).
Berbekal dengan pengalaman yang didapatkan dari organisasi di kampus di Padang, dimana Lisa Novrianti yang kuliah di Fakultas Teknologi Pertanian, aktif sebagai aktivis Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah Sumatera Barat, dengan jabatan akhir sebagai Ketua Departemen Ekonomi. Welni Fatma kuliah di Fakultas Tarbiyah IAIN Imam Bonjol Padang, pernah aktif di KSI ULUL ALBAB IAIN Imam Bonjol Padang. Irwansyah kuliah di Fakultas Syariah IAIN Imam Bonjol Padang, yang juga menjadi Ketua RISMA Akbar pertama. Mereka berupaya membangkitkan dan membesarkan RISMA dengan membangun kaderisasi yang utuh.
Terselip seberkas harapan oleh sebagian masyarakat Galogandang dengan terlahirnya kembali RISMA Akbar, untuk membangun generasi muda yang lebih baik. Namun untuk melakukan beban besar tersebut, tidak berarti akan berjalan  lancar dan mudah. Berbagai cemoohan dan ketidak percayaan oleh kaum tua pada anak-anak muda ini pun membuat sebagian anggota yang telah terkumpul, secara berlahan-lahan mundur.
Membangun sebuah organisasi yang baik, harus diawali dengan sebuah sistem kaderisasi yang juga baik, hal ini sangat disadari oleh Pengurus RISMA Akbar yang baru ini. Bantu oleh KAMMI Daerah Sumbar, maka dilaksanakan Pesantren Kilat 1 yang diperuntukkan untuk siswa SD, SMP hingga SMA pada pertengahan 2005. Diikuti lebih dari 100 orang peserta, Pesantren Kilat ini berjalan sukses dan meriah. Sebagian peserta mulai terekrut menjadi anggota RISMA Akbar dan akhirnya menjadi Pengurus RISMA Akbar selanjutnya, mereka adalah, Willy Adha (ketua RISMA Akbar kedua periode 2007-2009), Roni Zulli Putra (ketua RISMA Akbar ketiga). Namun sebagian besar anggota RISMA Akbar merantau dan melanjutkan pendidikan ke Padang, Jakarta dan Bogor, dan hanya sebagian kecil yang tetap menjadi pengurus pada kepengurusan selanjutnya, sehingga RISMA Akbar kembali mengalami kekurangan kader untuk menjadi pengurus.
Minimnya kader dalam RISMA Akbar membuat kepengurusan generasi ketiga periode 2009 - 2011 masa Roni Zulli Putra sebagai ketua, melakukan pengkaderan rutin dengan kegiatan Islamic Youth Studies satu kali dalam 2 bulan, sehingga masuklah beberapa orang kader baru yang cukup aktif dalam kegiatan RISMA Akbar Galogandang.
Berbagai kegiatan dilakukan oleh RISMA Akbar dalam melahirkan para pemimpin Islam sepanjang 2005 hingga 2012, seperti Latihan Kepemimpinan Islam, Pelatihan Instruktur Pesantren Kilat, Wirid dan zikir bersama, Motivation Training, Islamic Youth Studies, Islamic Mentoring Consulting, Muhadharah, Buletin Dakwah, Qasidah Rebbana, Pelatihan seni baca Al–Qur’an, Takziah, Peringatan Hari Besar Islam, dll. Sebuah kegiatan yang fundamental yang dilakukan oleh RISMA Akbar adalah berdirinya Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) pada tahun 2009, yang diresmikan oleh Wakil Bupati Tanah Datar, Bapak Aulizul Syuib 27 September 2009.
Pada bulan April 2011, berdiri sebuah sebuah Komunitas Seni “Belango” dalam RISMA Akbar. Komunitas seni ini mempelajari seni berpidato, membaca pusi, Nasyid dan sebuah program yang dipersiapkan yaitu “belajar menulis dan Drama”, yang bertujuan melahirkan pemimpin yang tangguh dan serba bisa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar