Remaja Masjid selalu diilustrasikan
dengan gambaran anak-anak yang hanya berkegiatan di seputar Masjid dan
cenderung muncul hanya pada saat kegiatan hari besar Islam atau rapat, setelah
itu Remaja Masjid pun kembali tenggelam saat acara itu selesai. Gambaran itu
terjadi secara umum di Indonesia, demikian juga di Sumatera Barat. Satu persatu
Remaja Masjid di setiap daerah mulai tiarap, namun hal berbeda terjadi dengan
Remaja Islam Masjid Akbar (RISMA AKBAR) Galogandang yang masih bertahan dan terus berkembang dari
tahun-ketahun.
RISMA Akbar adalah organisasi
kepemudaan yang berada dibawah naungan Masjid Akbar, dimana anggotanya terdiri
dari remaja putra dan putri di Jorong Galogandang, Nagari III Koto, Kecamatan
Rambatan, Kabupaten Tanah Datar. RISMA Akbar bangkit kembali dari kematiannya
pada tanggal 5 Maret 2005 dengan kembali mengibarkan Panji-panji Islam yang
telah lama terkulai. RISMA Akbar yang bertahun-tahun telah vakum kembali dibangkitkan oleh Lisa
Novrianti, Welni Fatma dan Irwansyah, sebagai generasi awal pada jilid II ini
(generasi sebelumnya disebut Jilid I).
Berbekal dengan pengalaman yang
didapatkan dari organisasi di kampus di Padang, dimana Lisa Novrianti yang
kuliah di Fakultas Teknologi Pertanian, aktif sebagai aktivis Kesatuan Aksi
Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah Sumatera Barat, dengan jabatan akhir sebagai
Ketua Departemen Ekonomi. Welni Fatma kuliah di Fakultas Tarbiyah IAIN Imam
Bonjol Padang, pernah aktif di KSI ULUL ALBAB IAIN Imam Bonjol Padang.
Irwansyah kuliah di Fakultas Syariah IAIN Imam Bonjol Padang, yang juga menjadi
Ketua RISMA Akbar pertama. Mereka berupaya membangkitkan dan membesarkan RISMA
dengan membangun kaderisasi yang utuh.
Terselip seberkas harapan oleh
sebagian masyarakat Galogandang dengan terlahirnya kembali RISMA Akbar, untuk
membangun generasi muda yang lebih baik. Namun untuk melakukan beban besar
tersebut, tidak berarti akan berjalan
lancar dan mudah. Berbagai cemoohan dan ketidak percayaan oleh kaum tua
pada anak-anak muda ini pun membuat sebagian anggota yang telah terkumpul,
secara berlahan-lahan mundur.
Membangun sebuah organisasi yang
baik, harus diawali dengan sebuah sistem kaderisasi yang juga baik, hal ini
sangat disadari oleh Pengurus RISMA Akbar yang baru ini. Bantu oleh KAMMI
Daerah Sumbar, maka dilaksanakan Pesantren Kilat 1 yang diperuntukkan untuk
siswa SD, SMP hingga SMA pada pertengahan 2005. Diikuti lebih dari 100 orang
peserta, Pesantren Kilat ini berjalan sukses dan meriah. Sebagian peserta mulai
terekrut menjadi anggota RISMA Akbar dan akhirnya menjadi Pengurus RISMA Akbar
selanjutnya, mereka adalah, Willy Adha (ketua RISMA Akbar kedua periode
2007-2009), Roni
Zulli Putra (ketua RISMA Akbar ketiga). Namun sebagian besar anggota
RISMA Akbar merantau
dan melanjutkan pendidikan ke Padang, Jakarta dan Bogor, dan hanya sebagian
kecil yang tetap menjadi pengurus pada kepengurusan selanjutnya, sehingga RISMA
Akbar kembali mengalami kekurangan kader untuk menjadi pengurus.
Minimnya kader dalam RISMA Akbar
membuat kepengurusan generasi ketiga periode 2009 - 2011 masa Roni Zulli Putra
sebagai ketua, melakukan pengkaderan rutin dengan kegiatan Islamic Youth
Studies satu kali dalam 2 bulan, sehingga masuklah beberapa orang kader baru
yang cukup aktif dalam kegiatan RISMA Akbar Galogandang.
Berbagai
kegiatan dilakukan oleh RISMA Akbar dalam melahirkan para pemimpin Islam
sepanjang 2005 hingga 2012, seperti Latihan Kepemimpinan Islam, Pelatihan
Instruktur Pesantren Kilat, Wirid dan zikir bersama, Motivation Training,
Islamic Youth Studies, Islamic Mentoring Consulting, Muhadharah, Buletin
Dakwah, Qasidah Rebbana, Pelatihan seni baca Al–Qur’an, Takziah, Peringatan
Hari Besar Islam, dll. Sebuah kegiatan yang fundamental yang dilakukan oleh
RISMA Akbar adalah berdirinya Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) pada tahun 2009,
yang diresmikan oleh Wakil Bupati Tanah Datar, Bapak Aulizul Syuib 27 September
2009.
Pada
bulan April 2011, berdiri sebuah sebuah Komunitas Seni “Belango” dalam RISMA
Akbar. Komunitas seni ini mempelajari seni berpidato, membaca pusi, Nasyid dan
sebuah program yang dipersiapkan yaitu “belajar menulis dan Drama”, yang
bertujuan melahirkan pemimpin yang tangguh dan serba bisa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar